Assalamu'alaikum.. Annyeong Haseo..!! Welcome to My Blog.. Jeoneun Aulia Imnida.. Aku hanyalah seorang gadis biasa. yah, gadis biasa! biasa gak nangis, biasa gak marah, biasa gak makan, biasa gak mandi, dan masih banyak biasa-biasa lainnya! haha

Sabtu, 19 Oktober 2013

Bisnis Syariah


Latar Belakang Bisnis Syariah 
Bisnis syariah makin hari makin nyaring saja ditelinga kita. Kita ketahui bersama bahwa bisnis syariah tersebut dikelola berdasarkan islam. Bisnis berkonsep syariah tidak mempraktikkan perdagangan spekulatif. Investasi yang ditanam dapat dibuktikan secara rill. Baik barang, untung-rugi maupun sistem yang digunakan, sehingga pihak yang terkait dapat melihat secara jelas proses jalannya bisnis mereka. Hal inilah yang dilakukan oleh lembaga keuangan islam yang lebih berinvestasi kepada sektor rill perdagangan. Bisnis syariah tidak selalu membicarakan soal keuntungan dan rugi, tapi juga bertanggung jawab atas keharmonisan pelaku bisnis. Prinsipnya adalah sama-sama untung.
Namun sekarang ini banyak yang mengaku menjalankan bisnis berkonsep syariah tapi tidak sesuai dengan ajaran islam. Di indonesia sudah banyak bank-bank berlabelkan syariah. Bahkan, bank konvensional sekalipun membuat divisi syariahnya. Belum lagi bisnis atau lembaga-lembaga yang mengaku menjalankan bisnis tersebut mulai dari bisnis penyewaan, penyediaan, keuangan, MLM sampai bisnis hiburan dan hotel. Terlepas dari niat masing-masing ini membuktikan bahwa bisnis syariah cukup menjanjikan.
Akan tetapi, sekalipun mereka berlabelkan syariah, belum tentu konsep dan sistem aplikasinya berdasarkan islam, mereka hanya mencari keuntungan dari label syariah untuk menguatkan keyakinan konsumen agar ikut andil dalam bisnis atau lembaga tersebut. Adanya unsur-unsur kezaliman, tindakan penipuan, dan kehalalan suatu produk yang menjadi faktor tidak dibenarkannya dalam islam dan islam mengharamkannya. Karena, pemihakan terhadap satu aspek hanya akan menimbulkan ketimpangan dalam hidup manusia. Pada akhirnya, akan menjadi bencana bagi manusia itu sendiri.
Untuk menghindari hal-hal tersebut sebaiknya kita mengecek keberadaan sertifikat yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional MUI (Majelis Ulama Indonesia) bahwa perusahaan atau lembaga tersebut benar-benar menjalankan bisnis syariah. Dan silahkan anda berdagang untuk mencari keuntungan, tapi jangan rugikan orang lain, jauhkan spekulasi, riba, dan berbinislah dengan barang dan jasa yang diperbolehkan dalam islam.
Jadi bisa dikatakan bahwa, bisnis syariah tidak terlepas dan sangat berkaitan erat dengan ajaran-ajaran islam. Bagi islam, manusia diciptakan untuk beribadah kepada ALLAH. Aktivitas apapun yang dilakukan manusia seharusnya ditujukan hanya untuk ibadah yang dapat mempererat hubungan kepada ALLAH dan kebaikan untuk manusia lainnya. Untuk itu, kegiatan atau aktivitas apapun termasuk bisnis adalah jalan menuju kebaikan bukan sebaliknya.

Info lebih lengkap :

Jumat, 18 Oktober 2013

Annyeong Haseo..!!



Sogaehagi = Memperkenalkan diri


Annyeong Hasimnika = Apa Kabar?
Jeoneun (Aulia) Imnida = Nama Saya ( Aulia)
(Indonesiaeso) Wasseumnida = Saya Berasal Dari (Indonesia)
Jigeum (Kolaka, Sulawesi Tenggara) Samnida = Sekarang Saya Tinggal Di (Kolaka, Sulawesi Tenggara)
Orae (seumul  sarigo) Sarimnida = Tahun Ini Saya Berumur (20 Tahun)
Mannaseo Bangapseumnida = Senang Berjumpa Dengan Anda.


I.  Saat berjumpa ( 만났을  )

- 안녕하십니까 ( Annyeong hasimnika ) atau lebih akrab -안녕하세요 (Annyeong haseyo ). Salam ini bisa digunakan untuk menyatakan “selamat pagi, siang, sore ataupun malam”, dan diucapkan di awal perjumpaan pada hari itu. Satu hari cukup sekali saja, untuk teman sejawat atau ke yang lebih rendah bisa hanya dikatakan “Anyeong”, namun kalau tidak akrab benar tetap digunakan 안녕하세요  ( Annyeong haseyo )”.
- 처음 뵙습니다 (cheo eum boepsemnida ) bisa dimaknai “apa kabar?”
- 만나서 반갑습니다 (mannaseo bangapseumnida) atau 
- 만나서 반가워요 (mannaseo bangaweoyo ).


 II.  Saat jumpa setelah lama tidak bertemu ( 오랜만이 만날  )

오래만이에요 ( oraemaniyeyo ) lama tidak berjumpa anda”.
 지내셨어요 ( jal jinae syeosseoyo ) menanyakan kabar baik2 saja kan?..
karena yang diinginkan jawaban   지내요 ( jal jinaeyo )” yaitu baik-baik saja.


III. Bertemu waktu pagi hari 아침 만났을  )

- 안녕히 주무셨습니까 ( Annyeonghi Jumusyeotseumnikka ?) ungkapan ” apakah tidur anda  nyenyak..?” ini merupakan pernyataan selamat pagi.
- 좋은 아침이에요 ( joheun achimieyo ) ”selamat pagi“.


IV . Salam waktu malam ( 밤에 인사 )

안녕히 주무세요 ( Annyeonghi jumuseyo ) ucapan” selamat tidur”.
Sedangkan bila  diucapkan kepada teman atau seorang yang akrab bisa dengan :
 - 잘자 ( jalja ) atau 좋은 꿈꿔 ( Joheun kkum kweo ), keduanya juga ungkapan selamat tidur.


V. Salam waktu berpisah ( 헤어질때 인사)

안녕히 가세요 ( Annyeonghi Kaseyo ) ”Selamat jalan“, diucapkan untuk yang akan pergi.
안녕히 게세요 ( Annyeonghi Kyeseyo )  ”Selamat tinggal” orang yang akan pergi kepada orang yang ditinggal.
 뵙겠습니다 ( ddo bwepkessemnida ) atau ”Sampai jumpa lagi “.
 Atau yang lebih familiar boleh pakai  만나요 ( ddo mannayo ) .


VI. Salam waktu keluar rumah 외출 할때 )

다녀 오겠습니다 ( Danyeo ogessemnida ) ini adalah ungkapan untuk berpamitan. Atau informalnya bisa 갔다 울게요 ( katda ulgeyo ).
다녀 왔습니다 ( Danyeo wasemnida ) adalah ucapan ketika sampai dirumah.
 Sedang yang di pamiti biasanya mengatakan :
다녀 오세요 ( Danyeo oseyo ) atau  갔다 왔어요 ( jal katda wasseyo ) .



Note !!!
Untuk info lebih lanjut ke sini ajah :